Pengertian Tanah Secara Etimologi Dalam Hukum Islam


Nash al-Qur’an yang berhubungan dengan tanah cukup banyak. Kajian terhadap nash-nash al-Qur’an yang terkait dengan tanah, dalam penelitian ini dilakukan oleh peneliti dengan cara mencari kata ardun (ارض), turâbun (ترب) dan Thînun (طين). Hasilnya di dapatkan sekitar 434 ayat yang memiliki arti kata tanah, yaitu: 408 ayat yang terdapat kata Ardun (ارض), 14 ayat yang terdapat kata Turâbun (ترب), dan 12 ayat yang terdapat kata Thînun (طين)

Kata ardhun (ارض) merupakan ism mufrad jins mu’annats (kata benda yang bermakna tunggal), dengan bentuk pluralnya (jama’ taksîr) aradhûn (ارضون). Dalam Mu’jam Mufradat li Alfazh al-Qur’an, al-Raghib al-Ashfahani mendefinisikannya dengan sesuatu yang rendah atau di bawah (kebalikan dari sesuatu yang tinggi, misal: langit); sesuatu yang bisa menumbuhkan sesuatu yang lain atau sesuatu yang bisa menyuburkan sesuatu.[2] Definisi serupa juga dikemukakan oleh Fairuz Abadi dalam al-Qamus al-Muhith.[3]

Daftar Ayat al-Qur’an yang terdapat kata Ardhun (ارض)

No. Surat

Nama Surat

Nomor Ayat

Jumlah Ayat

2

Al-Baqarah 11, 22, 27, 29, 30, 33, 36,

21

60, 61, 71, 107, 116, 117,164,
168, 205, 251, 255, 267,273, 284.

3

Ali Imran 5, 29, 83, 91, 109, 129,

12

137, 156, 180, 189, 190,191.

4

An-Nisa’ 42, 97, 100, 101, 126,

9

131, 132, 170, 171.

5

Al-Maidah 17, 18, 21, 26, 31, 32, 33,

13

36, 40, 64, 97, 106, 120.

6

Al-An’am 1, 3, 6, 11, 12, 14, 35, 38,59,

14

73, 75, 79, 101, 116.

7

Al-A’raf 10, 24, 54, 56, 73, 74,85, 96,

14

128, 137, 146, 158, 185,187.

8

Al-Anfal 26, 63, 67, 73.

4

9

At-Taubah 2, 25, 36, 74, 116, 118.

6

10

Yunus 3, 6, 14, 18, 23, 24, 31,54, 55,

16

61, 66, 68, 78, 83, 99,101.

11

Hud 6, 7, 20, 44, 61, 64, 85,107,

11

108, 116, 123.

12

Yusuf 21, 56, 101, 105, 109,.

5

13

Ar-Ra’d 3, 4, 15, 16, 17, 18, 25, 31,33.

9

14

Ibrahim 2, 8, 10, 19, 26, 32, 38, 48.

8

15

Al-Hijr 19, 39, 85.

3

16

An-Nahl 3, 13, 15, 36, 45, 49, 52,65, 73, 77.

10

17

Al-Isra’ 4, 37, 44, 55, 90, 95, 99,102, 103.

9

18

Al-Kahfi 7, 14, 26, 45, 51, 84, 94.

7

19

Maryam 40, 65, 90, 93.

4

20

Thaha 4, 6, 53.

3

21

Al-Anbiya’ 4, 16, 19, 21, 30, 31, 56,105.

8

22

Al-Hajj 5, 18, 41, 46, 63, 64, 65,70.

8

23

Al-Mukminun 18, 71, 79, 84, 112.

5

24

An-Nur 35, 41, 42, 55, 57, 64.

6

25

Al-Furqan 2, 6, 59, 63.

4

26

Asy-Syu’ara’ 7, 24, 152, 183.

4

27

An-Naml 25, 48, 60, 61, 62, 64, 65,69,

11

75, 82, 87.

28

Al-Qashash 4, 5, 6, 39, 57, 77, 81, 83.

8

29

Al-‘Ankabut 20, 22, 36, 39, 40, 44, 52,56, 61, 63.

10

30

Ar-Rum 8, 9, 18, 19, 22, 24, 25, 26,27, 42, 50.

11

31

Luqman 10, 16, 18, 20, 25, 26, 27,34.

8

32

As-Sajdah 4, 5, 10, 27.

4

33

Al-Ahzab 27, 72.

2

34

Saba’ 1, 2, 3, 9, 22, 24.

6

35

Fathir 1, 3, 9, 38, 39, 40, 41, 43,44

9

36

Yasin 33, 36, 81.

3

37

Ash-Shaffat 5.

1

38

Shad 10, 26, 27, 28, 66.

5

39

Az-Zumar 5, 10, 21, 38, 44, 46, 47,63, 67,68, 69.

11

40

Ghafir 21, 26, 29, 57, 64, 75, 82.

7

41

Fushshilat 9, 11, 15, 39.

4

42

Asy-Syura 4, 5, 11, 12, 27, 29, 31,42, 49, 53.

10

43

Az-Zukhruf 10, 60, 82, 84, 85.

5

44

Ad-Dukhan 7, 29, 38.

3

45

Al-Jatsiyah 3, 5, 13, 22, 27, 36, 37.

7

46

Al-Ahqaf 3, 4, 20, 32, 33.

5

47

Muhammad 10, 22.

2

48

Al-Fat-h 4, 7, 14.

3

49

Al Hujurat 16, 18.

2

50

Qaf 4, 7, 38, 44.

4

51

Adz-Dzariyat 20, 23, 48.

3

52

Ath-Thur 36.

1

53

An-Najm 31, 32.

2

54

Al-Qamar 12.

1

55

Ar-Rahman 10, 29, 33.

3

56

Al-Waqi’ah 4.

1

57

Al-Hadid 1, 2, 4, 5, 10, 17, 21, 22.

8

58

Al-Mujadilah 7.

1

59

Al-Hasyr 1, 24.

2

61

Ash-Shaf 1.

1

62

Al-Jumu’ah 1, 10.

2

63

Al-Munafiqun 7.

1

64

At-Taghabun 1, 3, 4.

3

65

Ath-Thalaq 12.

1

67

Al-Mulk 15, 16, 24.

3

69

Al-Haqqah 14.

1

70

Al-Ma’arij 14.

1

71

Nuh 17, 26.

2

72

Al-Jin 10, 12.

2

73

Al-Muzzammil 14, 20.

2

77

Al-Mursalat 25.

1

78

An-Naba’ 6, 37.

2

79

An-Nazi’at 30.

1

80

Abasa 26.

1

84

Al-Insyiqaq 3.

1

85

Al-Buruj 9.

1

86

Ath-Thariq 12.

1

88

Al-Ghasyiyah 20.

1

89

Al-Fajr 21.

1

91

Asy-Syams 6.

1

99

Az-Zalzalah 1, 2.

2

Jumlah Ayat =

408

Kata Turâbun (ترب) juga digunakan dalam al-Qur’an untuk menunjukkan arti tanah. Dalam Mu’jam Mufradat li Alfazh al-Qur’an disebutkan bahwa makna dari turab adalah ardhun (ارض). Kata turâbun (ترب) berasal dari fi’l mâdhi (kata kerja bentuk lampau) tariba (تريب) yang berarti sesuatu yang dapat menempel.[4]

Daftar Ayat al-Qur’an yang terdapat kata Turâbun (ترب)

No. Surat

Nama Surat

Nomor Ayat

Jumlah Ayat

2

Al-Baqarah 264.

1

3

Ali-Imran 59.

1

18

Al-Kahfi 37.

1

22

Al-Hajj 35.

1

23

Al-Mukminun 82.

1

27

An-Naml 67.

1

30

Ar-Rum 20.

1

35

Fathir 11.

1

37

Ash-Shaffat 16, 53.

2

40

Ghafir 67.

1

50

Qaf 3.

1

56

Al-Waqi’ah 47.

1

78

An-Naba’ 40.

1

Jumlah =

14

Kata thînun (طين) yang dapat dijumpai di beberapa ayat al-Qur’an juga bermakna sama dengan kata turâbun (ترب). Penjelasan demikian setidaknya dikemukakan oleh al-Raghib al-Ashfahani dengan mendasarkannya kepada beberapa ayat dalam al-Qur’an seperti surat al-Shaffat [37]: 11, al-A’raf [7]: 12, Shad [38]: 76, dan al-Qashash [28]: 38.[5] Sedangkan Fairuz Abadi mendefinisikan kata thînun (طين) sebagai suatu potongan yang dekat.[6]

Daftar Ayat al-Qur’an yang terdapat kata Tînun  (طين)

No. Surat

Nama Surat

Nomor Ayat

Jumlah Ayat

3

Ali-Imran 49.

1

5

Al-Maidah 110.

1

6

Al-An’am 2.

1

7

Al-A’raf 12.

1

17

Al-Isra’ 61.

1

23

Al-Mukminun 12.

1

28

Al-Qashash 38.

1

32

As-Sajdah 7.

1

37

Ash-Shaffat 11.

1

38

Shad 71, 76.

2

51

Adz-Dzariyat 33

1

Jumlah =

1


[1]Adib Bisri dan Munawwir AF, Al-Bisri (Kamus Indonesia–Arab, Arab–Indonesia), Cet. 1, ditelaah dan ditashih oleh: Ahmad Warson Munawwir dan Mustofa Bisri, (Surabaya: Pustaka Progressif, 1999), hal. 357.

[2]Al-Ragib al-Ashfahani, al-Mu’jam al-Mufradat li Alfazh al-Qur’an, (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2004), hal. 22-23.

[3]Muhammad ibn Ya’qub Fairuz Abadi, al-Qamus al-Muhith, (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2004), hal. 658.

[4]Al-Ragib al-Asfahani, op. cit., hal. 84

[5]Al-Ragib al-Asfahani, op. cit.,. hal. 350.

[6]Muhammad ibn Ya’qub Fairuz Abadi. op. cit., hal. 1222.

Tulisan ini diambil dari buku penulis yang berjudul: “Pertanahan Dalam Hukum Islam”, penerbit Gama Media Yogyakarta,September 2008.

Tentang Dr. (Candt.) Jamaluddin Mahasari, S.ST, M.H.

Jangan merasa hidup jika belum memberi arti dan manfaat untuk orang lain... Jangan merasa hebat jika belum menjadikan dirinya manfaat untuk kebanyakan orang...
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Pertanahan Syariah Islam dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s