Model Baru “KKPPT Plus” Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional


Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) dalam semangatnya melakukan perubahan, menuju visi STPN baru giat melakukan berbagai perubahan. STPN baru terlihat berupaya mendekatkan diri dengan user dan masyarakat. Pendekatan dengan user ditujukan untuk meredam adanya anggapan negatif, dimana dikatakan bahwa keberadaan STPN kurang dirasakan manfaatnya oleh internal Badan Pertanahan Nasional (BPN), disamping itu ada juga anggapan bahwa kualitas lulusan STPN kurang siap bekerja (kurang berkualitas). Sedangkan pendekatan dengan masyarakat dilakukan karena selama ini program Diploma IV Pertanahan STPN kurang dirasakan melakukan fungsi pengabdian kepada masyarakat sebagaimana salah satu amanah dalam tri dharma perguruan tinggi. Salah satu penyebabnya adalah format KKPPT tahun-tahun sebelumnya, lebih banyak berbentuk kegiatan penelitian dan sedikit sekali kegiatan pengabdian pada masyarakat. Untuk itu, kemudian STPN berupaya melakukan suatu terobosan baru dengan memformat ulang pelaksanaan KKPPT tahun 2007 ini dengan menyebutnya sebagai “KKPPT Plus”. Format “KKPPT Plus” ini dilakukan bekerjasama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Sehingga secara tidak langsung, kegiatan ini juga merupakan suatu langkah terobosan yang cukup inovatif dalam menyiasati kekurangan sumber daya manusia yang ada di Kanwil BPN Provinsi Sulbar.
KKPPT tahun 2007 ini diberikan embel-embel “plus” bukan tanpa alasan. Embel-embel ini diberikan karena adanya perbedaan mendasar antara format KKPPT tahun-tahun sebelumnya dengan tahun ini, yaitu antara lain:
1. pertama kalinya diselenggarakan di luar pulau jawa.
2. kegiatan KKPPT dibarengi dengan kegiatan penelitian Dosen STPN (kegiatan satu paket/terintegrasi).
3. dilakukan serentak (waktu dan tempat) di 5 (lima) kabupaten dalam 1 (satu) propinsi.
4. tidak hanya melakukan penelitian, mahasiswa juga dituntut melakukan pengabdian dalam bentuk membantu pengukuran di setiap Kantor Pertanahan.
5. mengerahkan berbagai peralatan pengukuran yang dimiliki oleh STPN.
Sekilas apabila diamati, format “KKPPT plus” ini mirip-mirip program ajudikasi. Namun tentunya sangat berbeda dengan program ajudikasi karena dalam hal ini, mahasiswa tidak dituntut untuk melakukan pekerjaan sertipikasi hingga selesai/tuntas. Akan tetapi mahasiswa hanya melakukan kegiatan pengukuran bidang hingga penggambaran peta dasar pendaftarannya dengan format dan standar baku yang telah ditetapkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dan tentunya dalam hal reward, tidak dipersamakan dengan kegiatan rutin ataupun proyek di BPN. Sehingga lebih tepat dikatakan bahwa “KKPPT Plus” merupakan suatu bentuk kegiatan percepatan pengukuran.
Dari pelaksanaan KKPPT Plus, mahasiswa telah dapat menyelesaikan pengukuran bidang sebanyak kurang lebih 4621 bidang tanah, terdiri dari: Kabupaten Mamuju 1033 bidang tanah, Kabupaten Mamuju Utara 750 bidang tanah, Kabupaten Majene 938 bidang tanah,
Kabupaten Polewali Mandar 1150 bidang tanah, dan Kabupaten Mamasa 750 bidang tanah. Dengan jumlah peserta 41 mahasiswa dan waktu pelaksanaan sekitar 38 hari kalender kerja (9 Juli s/d 5 September 2007, setelah dikurangi hari libur, hari keberangkatan dan kepulangan, serta hari yang tidak efektif lainnya), maka apabila dihitung efektifitasnya, setiap mahasiswa per harinya menghasilkan kurang lebih 3 pengukuran bidang tanah. Perlu menjadi catatan bahwa lebih dari 80% lokasi pengukuran merupakan daerah yang masuk kategori sulit/berat. Kesulitan/beratnya lokasi pengukuran ditunjukkan dengan jauhnya lokasi dari pusat kota, akses dan fasilitas yang minim (alat transportasi, jalan, listrik, dll), serta keadaan topografi yang berbentuk lereng terjal, jurang, dan hutan atau rawa.
Tanpa bermaksud mengeyampingkan berbagai kekurangan pelaksanaan “KKPPT Plus”, dapat dikatakan bahwa format “KKPPT Plus” ini telah memberikan lebih dari yang diharapkan kepada semua pihak. Mahasiswa benar-benar memperoleh pengalaman yang luar biasa dalam hal keilmuan dan kemasyarakatan. STPN memperoleh manfaat dengan semakin baiknya hubungan STPN dengan user,dan bertambahnya khasanah keilmuan dikalangan dosen. Kanwil BPN Provinsi Sulbar memperoleh manfaat terbantunya pekerjaan mereka dengan adanya kegiatan percepatan pengukuran ini. Sehingga, format “KKPPT plus” seperti yang telah dilaksanakan tahun 2007 merupakan suatu format yang perlu untuk terus dilanjutkan dan dikembanghkan mengingat banyak sekali manfaat positif yang dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan ini.
Namun tentunya, suatu kegiatan tanpa adanya evaluasi tidaklah lengkap. Untuk itu, sebagai bahan evaluasi, berikut dapat menjadi catatan bersama dan perhatian dikemudian hari dalam pelaksanaan KKPPT tahun-tahun selanjutnya, antara lain:
1. perlunya sosialisasi yang lebih efektif oleh setiap kantor pertanahan kepada masyarakat yang telah ditetapkan sebagai lokasi pengukuran, jauh hari sebelim tim “KKPPT plus” datang ke lokasi agar waktu yang ada dapat lebih efektif dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan pengukuran dan tidak terganggu/terkurangi dengan adanya kegiatan penyuluhan lagi.
2. melihat kondisi lapangan yang cukup berat, perlu dipersiapkan kondisi fisik dan mental yang baik bagi mahasiswa peserta “KKPPT plus”.
3. mahasiswa perlu mengembangkan kegiatan-kegiatan yang bersifat melatih fisik dan pengembangan mental di kampus STPN, agar apabila diterjunkan di lokasi “KKPPT plus” yang berat dapat dilalui dengan stamina prima dan mentalitas yang cukup baik. Sehingga tugas dari Badan Eksekutif Mahasiswa bekerjasama dengan berbagai komponen STPN untuk melakukan pembinaan dan pelatihan.
4. STPN perlu untuk melakukan formulasi ulang mengenai pelaksanaan kegiatan praktek-prektek yang bersifat lapangan yang dilakukan selama perkuliahan di Diploma IV Pertanahan. Formulasi ulang ini khususnya berkaitan dengan beban praktek dan pemilihan lokasi praktek, agar mahasiswa terlatih untuk menghadapi beban pekerjaan dan kondisi lapangan yang berat.
Terakhir sebagai penutup, penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu tarlaksananya kegiatan KPPPT ini dengan baik dan lancar. Terimaksih kami sampaikan kepada STPN, dengan kepemimpinan yang baru terus berupaya melakukan perbaikan dan perubahan positif bagi STPN. Terima kasih juga kami sampaikan kepada Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulbar dan para Kepala Kantor Pertanahan se – Provinsi Sulbar
beserta seluruh staf dan jajarannya atas segala apresiasi dan dukungan positif kepada STPN khususnya peserta KKPPT Plus 2007. Dan tak lupa kepada Mahasiswa peserta “KKPPT plus”, terima kasih atas segala kerjasama yang tiada lelah untuk bersama-sama mengembangkan STPN tercinta. Maju terus STPN tercinta!!!

Tentang Dr. (Candt.) Jamaluddin Mahasari, S.ST, M.H.

Jangan merasa hidup jika belum memberi arti dan manfaat untuk orang lain... Jangan merasa hebat jika belum menjadikan dirinya manfaat untuk kebanyakan orang...
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Umum dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s